5 Alasan Tenggorokan Terasa Perih Meski Tubuh Tetap Sehat

5 Alasan Tenggorokan Terasa Perih Meski Tubuh Tetap Sehat – Sakit tenggorokan sering kali identik dengan demam dan flu. Namun, tidak sedikit orang mengalami tenggorokan terasa perih, gatal, atau nyeri saat menelan tanpa disertai kenaikan suhu tubuh. Kondisi ini tentu menimbulkan tanda tanya, terutama jika berlangsung beberapa hari.

Berikut lima penyebab sakit tenggorokan slot modal 10k tanpa demam yang perlu kamu ketahui agar bisa menentukan langkah penanganan yang tepat.

1. Alergi

Salah satu penyebab paling umum adalah alergi. Reaksi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, atau perubahan cuaca dapat memicu produksi lendir berlebih di hidung. Lendir ini kemudian mengalir ke bagian belakang tenggorokan (postnasal drip) dan menimbulkan rasa gatal serta iritasi.

Berbeda dengan infeksi virus, alergi biasanya tidak disertai demam. Gejala lain yang menyertai bisa berupa bersin, hidung tersumbat, dan mata berair. Jika sakit tenggorokan sering muncul saat berada di tempat berdebu atau setelah terpapar udara dingin, alergi patut dicurigai.

2. Asam Lambung Naik (GERD)

Kondisi lain yang sering tidak disadari adalah penyakit asam lambung atau Gastroesophageal reflux disease (GERD). Ketika asam lambung naik ke kerongkongan, lapisan tenggorokan dapat mengalami iritasi sehingga terasa perih atau panas.

Sakit tenggorokan akibat GERD biasanya disertai sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam di mulut, atau suara serak di pagi hari. Gejala bisa memburuk setelah makan makanan pedas, asam, atau berlemak, serta saat berbaring setelah makan.

3. Infeksi Virus Ringan

Tidak semua infeksi virus menyebabkan demam tinggi. Beberapa infeksi ringan seperti Common cold dapat menimbulkan sakit tenggorokan sebagai gejala awal tanpa disertai demam.

Pada kondisi ini, tenggorokan terasa kering atau sedikit nyeri, lalu diikuti pilek atau batuk ringan. Biasanya gejala akan membaik dalam beberapa hari dengan istirahat cukup dan asupan cairan yang memadai.

4. Iritasi Akibat Lingkungan

Paparan asap rokok, polusi udara, atau udara yang terlalu kering juga bisa memicu sakit tenggorokan tanpa demam. Iritasi ini terjadi karena lapisan tenggorokan menjadi kering dan meradang akibat paparan zat-zat tertentu.

Orang yang sering berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama atau tinggal di lingkungan dengan kualitas udara buruk lebih berisiko mengalami kondisi ini. Menggunakan humidifier dan menjaga hidrasi tubuh dapat membantu mengurangi keluhan.

5. Penggunaan Suara Berlebihan

Terlalu sering berbicara keras, berteriak, atau bernyanyi dalam durasi panjang dapat membuat pita suara tegang. Akibatnya, tenggorokan terasa nyeri atau tidak nyaman meskipun tidak ada infeksi.

Biasanya kondisi ini juga disertai suara serak atau terasa berat. Istirahatkan suara selama beberapa hari dan hindari berbicara dengan nada tinggi agar pita suara bisa pulih.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski umumnya tidak berbahaya, sakit tenggorokan tanpa demam tetap perlu diwaspadai jika berlangsung lebih dari satu minggu, semakin parah, atau disertai kesulitan menelan dan bernapas. Kondisi tersebut bisa menandakan masalah kesehatan yang lebih serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *