Kenali Perbedaan Sariawan Biasa dan Herpes di Mulut – Sariawan dan herpes di mulut sering kali membingungkan banyak orang karena keduanya menimbulkan luka di mulut. Namun, mengetahui perbedaan keduanya sangat penting agar pengobatan bisa tepat dan mencegah komplikasi. Artikel ini akan menjelaskan ciri-ciri, penyebab, serta cara membedakan sariawan biasa dengan herpes di mulut.
Apa Itu Sariawan Biasa?
Sariawan atau stomatitis aftosa adalah luka kecil di bagian dalam mulut, gusi, lidah, atau bibir. Biasanya, sariawan muncul dengan bentuk bulat atau oval berwarna putih atau kekuningan, dengan pinggiran merah. Rasa sakit sering muncul saat makan makanan pedas, asam, atau panas.
Penyebab sariawan biasanya bersifat non-infeksi, termasuk:
-
Luka akibat tergigit atau iritasi makanan keras
-
Kekurangan vitamin, terutama B12, folat, dan zat besi
-
Stres atau kelelahan
-
Perubahan hormon
Sariawan umumnya sembuh dalam 7–14 hari tanpa pengobatan khusus. Penggunaan obat kumur antiseptik atau gel pereda nyeri bisa membantu meringankan rasa sakit.
Mengenal Herpes di Mulut
Herpes di mulut biasanya disebabkan oleh virus Herpes Simplex tipe 1 (HSV-1). Luka ini sering disebut sebagai “cold sores” atau luka dingin. Berbeda dengan sariawan, herpes menimbulkan lepuhan kecil berisi cairan yang dapat menyatu menjadi satu.
Beberapa ciri khas herpes di mulut antara lain:
-
Lepuhan berkelompok di sekitar bibir atau sudut mulut
-
Rasa terbakar atau gatal sebelum munculnya luka
-
Luka bisa pecah dan berkerak
-
Sering muncul kembali secara berkala karena virus tetap berada di tubuh
Herpes menular melalui kontak langsung, seperti ciuman atau berbagi peralatan makan. Perlu diperhatikan bahwa pengobatan herpes berbeda dari sariawan biasa karena melibatkan antivirus jika diperlukan.
Perbedaan Utama Sariawan dan Herpes
Membedakan sariawan biasa dan herpes di mulut bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa ciri khas. Sariawan biasanya muncul sebagai luka bulat atau oval berwarna putih atau kekuningan dengan pinggiran merah, dan sering muncul di bagian dalam mulut seperti gusi, lidah, atau pipi dalam. Rasa nyeri akan terasa terutama saat makan atau minum makanan pedas, asam, atau panas, dan biasanya luka ini sembuh dalam 7–14 hari. Penyebab sariawan seringkali non-infeksi, misalnya akibat iritasi, stres, atau kekurangan vitamin.
Sebaliknya, herpes di mulut biasanya menimbulkan lepuhan kecil berisi cairan yang terkadang menyatu menjadi satu, muncul di sekitar bibir atau sudut mulut, dan kadang juga bisa muncul di langit-langit mulut. Sebelum luka muncul, sering terasa gatal atau terbakar. Herpes menular melalui kontak langsung, seperti ciuman atau berbagi peralatan makan, dan bisa kambuh kembali karena virus HSV-1 tetap berada di tubuh. Pengobatan herpes kadang memerlukan krim atau obat antivirus untuk mempercepat penyembuhan, berbeda dengan sariawan biasa yang umumnya sembuh sendiri.
Tips Mengatasi dan Mencegah
Untuk sariawan, menjaga kebersihan mulut dan pola makan seimbang dapat membantu mencegah munculnya luka. Hindari makanan pedas atau asam saat sariawan muncul.
Sedangkan untuk herpes, hindari kontak langsung dengan orang lain saat lepuhan aktif. Penggunaan krim antivirus atau obat yang diresepkan dokter bisa mempercepat penyembuhan. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh melalui tidur cukup, olahraga, dan pola makan sehat dapat mengurangi frekuensi kekambuhan.
Kesimpulan
Membedakan sariawan biasa dan herpes di mulut sangat penting untuk penanganan yang tepat. Sariawan biasanya ringan dan sembuh sendiri, sementara herpes menular dan memerlukan perhatian khusus. Dengan mengenali ciri-ciri, penyebab, dan perbedaan keduanya, Anda dapat mengambil langkah tepat untuk mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan mulut.